Buku Tamu

Code CBox milik sampeyan
Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini

Blogroll

Tangisan Rosulullah

00.25 |

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy


Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:

“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:

“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu,  mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
Read More

Inspirasi Dari Kisah Dua Santri Yang Menjadi Penjual Sepatu

19.33 |

Kisah Dua Santri Penjual Sepatu


Di sebuah perusaahan sepatu ada seorang bos yang ingin meluaskan pasar penjualan produknya, untuk mewujudkan niatnya tersebut dipanggilah 2 orang karyawan, yaitu Si A dan Si B









Si Bos
“Kalian berdua saya panggil ke kantor saya karena kalian akan saya beri tugas untuk memasarkan sepatu dari perusahaan kita”
“A kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”
“B kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”

Si A
“Baik bos”

Si B
“Oke bos”

Keduanya diberikan 10 pasang sepatu dengan tipe yang sama dan keduanya diberikan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu untuk memasarkan sepatu-sepatu tersebut, dan setelah satu minggu mereka berdua harus melapor kembali kepada Si Bos bagaimana hasil dari penjualan masing-masing.

Dan mereka pun berangkat ke daerah yang sudah ditentukan…
Mereka pun memasarkan produknya masing-masing….

Dan setelah 1 minggu berlalu mereka melaporkan hasil penjualan mereka…

Si Bos
“Sudah 1 minggu semenjak saya memberikan kalian tugas untuk memasarkan sepatu, bagaimana hasilnya?”
“Di mulai dari kamu A, bagaimana hasil penjualan kamu?”

Si A
“Alhamdulillah ya, sesuatu banget… penjualan sepatu saya laris manis, bahkan banyak yang mau pesan lagi karena penduduk di tempat berjualan saya sudah familiar dengan sepatu, maka itu cukup mudah untuk menawarkan sepatu kepada mereka.”

Si Bos
“hebat, hebat”
“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”

Si B
“Hmm… boro-boro mau laris bos, tidak ada satupun sepatu yang terjual karena di tempat berjualan saya masyarakatnya masih primitif, belum familiar dengan sepatu, maka itu saya sulit menawarkan sepatu kepada mereka.”
“Ini tidak fair bos, Si A diberikan lokasi yang enak, sedangkan saya diberikan lokasi yang tidak enak.”

Si Bos

“Baiklah… supaya fair saya akan men-switch alias menukar tempat berjualan kalian.”
“B sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya sudah mengenal sepatu.”
“A sekarang kamu bertugas di wilayah yang penduduknya belum mengenal sepatu.”
“Kalian berdua akan kembali diberikan produk yang sama dan waktu yang sama yaitu selama 1 minggu, setelah 1 minggu kalian harus memberikan laporan kepada saya.”

Si A
“Baik bos”

Si B
“Oke bos”

Setelah satu minggu berlalu, keduanya datang ke ruangan Si Bos untuk memberikan laporan…

Si Bos
“Oke, saya ingin mendengar laporan penjualan dari kalian berdua, dimulai dari kamu A.”

Si A
“Wow, luar biasa bos… semua sepatu terjual! bahkan terjual lebih cepat dari tempat berjualan saya yang pertama, lebih dari itu bos, di tempat saya yang baru lebih banyak penduduk yang mau memesan lagi karena penduduk di tempat saya berjualan masih primitif dan belum familiar dengan sepatu, maka itu sepatu dianggap barang baru bagi mereka sehingga banyak penduduk yang ingin memakainya.”

Si Bos
“Luar biasa, hebat, hebat.”
“Lalu bagaimana dengan kamu B, bagaimana dengan hasil penjualan kamu?”

Si B
“Hmmm…. hanya terjual 2 pasang sepatu bos, itu juga susah banget… karena di tempat berjualan saya penduduknya sudah familiar dengan sepatu, maka itu sepatu bukan lagi barang baru bagi mereka sehingga hanya terjual sedikit sepatu…”

Si Bos

“Hmmmmm……”

Apa yang kita bisa pelajari di kisah tersebut?
Jawabannya adalah:

“Susah atau Mudah Tergantung Pada Pola Pikir Kita”

Kalau cara kerja kita benar dan berpikir positif maka hasilnya Insya Allah akan positif.
Berpikirlah positiflah…! Lihat segala sesuatu dari sisi baiknya…!!
Read More